KUR Dievaluasi Besar-besaran, Bank Penyalur Didorong Nyambung ke Sapa UMKM
Jakarta — Pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat transparansi dan memastikan penyalurannya tepat sasaran. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan langkah tersebut di Kementerian UMKM, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026), dengan mendorong percepatan integrasi sistem penyaluran KUR ke platform Sapa UMKM.
Evaluasi tersebut mencakup audit, pemantauan, dan pemeriksaan pelaksanaan sistem program KUR. Menurut Maman, integrasi dengan Sapa UMKM menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan keterbukaan dalam pengelolaan program. Ia menegaskan seluruh bank penyalur perlu mendukung proses integrasi tersebut, dan bila ada bank yang menolak, Kementerian UMKM akan mempertanyakan komitmen lembaga tersebut terhadap pelaksanaan program pemerintah.
"Saya akan lakukan audit, monitoring, evaluasi secara besar-besaran terhadap implementasi sistem program KUR kita," ujar Maman Abdurrahman, Menteri UMKM.
Sektor Produksi Sudah di Atas 65 Persen
Di sisi capaian, Kementerian UMKM mencatat penyaluran KUR untuk sektor produksi telah mencapai lebih dari 65 persen dari total alokasi anggaran sebesar Rp300 triliun. Maman menyebut capaian tersebut melampaui realisasi tahun-tahun sebelumnya yang umumnya berada di kisaran 57 persen. Arah ini sejalan dengan dorongan pemerintah agar pembiayaan lebih banyak mengalir ke kegiatan yang menghasilkan barang dan menyerap tenaga kerja, bukan sekadar konsumsi.
Langkah ini datang saat penyaluran KUR 2026 sudah mendekati target tahunan. Pada 1 November 2026, pemerintah mencatat KUR telah tersalur Rp265,9 triliun kepada 4,12 juta debitur, atau 90,1 persen dari target — angka yang diberitakan SeputarBisnis pada edisi Senin lalu. Dengan kuota yang kian menipis, evaluasi akhir tahun ini menjadi penentu wajah penyaluran berikutnya.
Targetnya: Penyaluran 2027 Lebih Rapi
Pemerintah menargetkan perbaikan pelaksanaan program melalui evaluasi menjelang akhir tahun. Pembenahan sistem diharapkan mendukung penyaluran KUR yang lebih transparan dan tepat sasaran pada 2027. Maman menjelaskan evaluasi tahunan tersebut menjadi bagian dari persiapan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program pada tahun berikutnya, dengan transparansi sebagai salah satu fokus utama.
Yang belum diumumkan dalam pernyataan ini adalah perubahan aturan main: belum ada pengumuman soal perubahan bunga, plafon, atau syarat pengajuan KUR. Artinya, bagi pelaku usaha, yang berubah dalam waktu dekat adalah pengawasan dan keterlacakan penyalurannya, bukan besaran fasilitasnya.
Apa Artinya Buat Pelaku Usaha Kecil?
Bagi pemilik warung, kedai, dan usaha mikro, pesan praktisnya ada tiga. Pertama, pastikan data usaha Anda tercatat rapi dan konsisten — begitu sistem penyalur terintegrasi ke Sapa UMKM, data yang tidak sinkron antara bank dan platform pemerintah akan lebih mudah terlihat. Kedua, bila berencana mengajukan KUR untuk stok akhir tahun, jangan menunda: kuota tahun ini sudah di atas 90 persen dan antrean di bank penyalur biasanya mengetat menjelang Desember. Ketiga, usaha di sektor produksi — pertanian, pengolahan, kerajinan, dan jasa penunjang produksi — berada di jalur prioritas penyaluran, jadi siapkan dokumen usaha dan catatan penjualan sejak sekarang agar proses penilaian berjalan cepat saat skema 2027 dibuka.
Kelola usaha yang dibiayai KUR dengan rapi. OGKasir membantu mencatat penjualan, stok, dan piutang pelanggan langsung dari HP Android — 100% offline, mulai Rp8.000 bulan pertama. Lihat OGKasir →
Baca Juga
IHSG Rebound 0,32% ke 4.919,77, Brent Malah Terjun 8,7% ke US$94,62
Pasar & Bursa · 5 November 2026
Wali Kota Medan Dorong PUD Pembangunan Cari Investor untuk Aset Strategis
Lokal — Medan & Sumut · 5 November 2026