Jumat, 23 Oktober 2026Diterbitkan oleh FinOwi Id · Medan, Indonesia
Berita ringkas, bersumber jelas,
diperbarui setiap hari
IHSG5.387,90▲ +1,12%
LQ45544,57▲ +1,64%
USD/IDR18.060Rupiah −0,21%
Emas AntamRp2.550.000/gr▼ −Rp4.000
BrentUS$110,34▲ +1,40%
BI Rate5,75%Tetap
Penutupan Kamis, 22 Okt 2026 · Sumber: BEI, Logam Mulia, pasar spot
Pasar & Bursa

IHSG Menguat Tiga Hari Beruntun, Ditutup di Level 5.387,90

Oleh Redaksi SeputarBisnis · Kamis, 22 Oktober 2026 · Kategori: Bursa Saham
5.387,90IHSG · +1,12% pada 22 Oktober 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 59,54 poin atau 1,12 persen ke level 5.387,90 pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Ini adalah penguatan hari ketiga berturut-turut — rebound nyaris 8 persen yang menjadikan bursa Indonesia yang terbaik di Asia pada hari itu.

Perjalanan indeks hari itu tidak mulus. IHSG dibuka melemah ke 5.247,98 dan sempat terperosok ke titik terendah 5.185,53, sebelum berbalik arah, menembus level tertinggi 5.422,59, dan berakhir di zona hijau. Sebanyak 467 saham menguat, 204 melemah, dan 123 stagnan, dengan nilai transaksi sekitar Rp16,16 triliun. Indeks LQ45 ikut naik 1,64 persen ke 544,57, dan seluruh indeks sektoral kompak ditutup menguat — dipimpin sektor energi dan transportasi.

Bank Besar Jadi Lokomotif

Penguatan IHSG ditopang saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang kontribusi terbesar dengan 13,33 poin, disusul PT Bank Mandiri (BMRI) 8,82 poin, PT Amman Mineral International (AMMN) 8,04 poin, PT Bayan Resources (BYAN) 6,59 poin, dan PT Barito Renewables Energy (BREN) 6,25 poin.

Rebound tiga hari ini terjadi setelah koreksi tajam pada 15–19 Oktober, ketika IHSG merosot sekitar 16 persen. Pemicunya adalah proposal konsultasi lembaga indeks global MSCI terkait potensi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Dari titik terendah 4.996,61, indeks kini telah memangkas sebagian besar kerugian itu — meski secara mingguan IHSG masih tercatat melemah sekitar 8 persen.

Rupiah Belum Ikut Pulih

Berbeda dengan bursa, nilai tukar rupiah masih tertekan. Rupiah ditutup melemah 38 poin atau 0,21 persen ke level Rp18.060 per dolar AS, ditekan aksi jual bersih investor asing dan harga minyak dunia yang bertahan tinggi — Brent berada di atas US$110 per barel di tengah ketegangan Timur Tengah. Sehari sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen.

Di kawasan, mayoritas bursa Asia justru ditutup melemah akibat tekanan saham teknologi: Hang Seng Hong Kong merosot 3,06 persen, TAIEX Taiwan turun 1,81 persen, dan PSEi Filipina melemah 0,72 persen. Kontras inilah yang membuat kinerja IHSG hari itu menonjol sebagai yang terbaik di Asia.

Apa Artinya Buat Pelaku Usaha?

Bagi pemilik usaha, dua angka hari ini layak dicatat. Pertama, sentimen pasar yang membaik biasanya membuka kembali keran kredit dan kepercayaan konsumen — kabar baik setelah pekan yang bergejolak. Kedua, rupiah di atas Rp18.000 berarti biaya barang impor dan bahan baku berbasis dolar masih mahal; harga kulakan belum akan turun dalam waktu dekat. Pasar juga menanti rapat bank sentral AS (FOMC) pada 27–28 Oktober, yang bisa kembali menggerakkan kurs dan harga emas — emas Antam hari ini justru turun Rp4.000 ke Rp2.550.000 per gram.

Sumber: Data perdagangan Bursa Efek Indonesia sebagaimana dilaporkan Bloomberg Technoz dan Vibiznews, 22 Oktober 2026.

Baca Juga

IHSGBursa SahamRupiahBEIMSCI