Pendanaan Fintech Asia Tenggara Meledak 206%, tapi Jumlah Deal Justru Anjlok
Jakarta — Pendanaan startup teknologi finansial (fintech) di Asia Tenggara mencapai US$2,3 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026 — melonjak 206 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tetapi di balik angka besar itu, jumlah kesepakatan justru menyusut tajam.
Platform intelijen pasar Tracxn, dalam laporan yang dirilis Kamis (15/10/2026), mencatat total putaran pendanaan di kawasan ini hanya 42 transaksi — turun 44 persen dari tahun sebelumnya. Polanya jelas: investor tidak lagi menyebar uang ke banyak startup, melainkan menumpuknya ke segelintir pemain yang dianggap sudah terbukti.
Empat Transaksi Menyedot 86 Persen Dana
Empat putaran jumbo bernilai minimal US$100 juta mengumpulkan total US$2 miliar — setara 86 persen dari seluruh pendanaan fintech Asia Tenggara. Penerima terbesar adalah Ant International dengan US$1,2 miliar pada putaran Seri A Juli lalu, didukung Alibaba dan Ant Group; nilai itu sendiri setara 52 persen dari total kawasan.
Transaksi besar lain mencakup pendanaan Seri D US$400 juta untuk Crypto.com yang berbasis di Singapura. Dari Indonesia, Ajaib — perusahaan fintech berbasis di Jakarta Barat — memperoleh US$270 juta dalam putaran Seri C dengan dukungan SBI Group, menjadikannya salah satu penerima terbesar di kawasan tahun ini.
Singapura Masih Magnet Utama
Secara geografis, Singapura tetap menjadi tujuan utama dengan torehan US$1,9 miliar atau sekitar 83 persen dari total pendanaan kawasan. Jakarta Barat menyusul lewat Ajaib dengan US$270 juta, lalu Taguig di Filipina sebesar US$60 juta.
Bagi ekosistem startup Indonesia, datanya memberi dua pesan sekaligus. Pertama, pintu pendanaan besar belum tertutup — Ajaib membuktikan investor global masih berani menulis cek raksasa untuk pemain Indonesia. Kedua, seleksinya makin ketat: dengan hanya 42 deal dalam sembilan bulan di seluruh ASEAN, startup tahap awal harus menunjukkan model bisnis dan tata kelola yang jauh lebih meyakinkan dibanding era 2021.
Baca Juga
KUR Tembus Rp260,8 Triliun, 4 Juta Pelaku Usaha Sudah Terjangkau
UMKM & Warung · 22 Oktober 2026
Dari Toko Besi Jadi 15 Gerai: Kisah Agen BRILink Nilam Sari di Medan
Lokal — Medan & Sumut · 22 Oktober 2026