Jumat, 23 Oktober 2026Diterbitkan oleh FinOwi Id · Medan, Indonesia
Berita ringkas, bersumber jelas,
diperbarui setiap hari
Teknologi & Startup

Pendanaan Fintech Asia Tenggara Meledak 206%, tapi Jumlah Deal Justru Anjlok

Oleh Redaksi SeputarBisnis · Kamis, 22 Oktober 2026 · Kategori: Fintech
US$2,3 MiliarPendanaan fintech ASEAN · Jan–Sep 2026

Pendanaan startup teknologi finansial (fintech) di Asia Tenggara mencapai US$2,3 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026 — melonjak 206 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tetapi di balik angka besar itu, jumlah kesepakatan justru menyusut tajam.

Platform intelijen pasar Tracxn, dalam laporan yang dirilis Kamis (15/10/2026), mencatat total putaran pendanaan di kawasan ini hanya 42 transaksi — turun 44 persen dari tahun sebelumnya. Polanya jelas: investor tidak lagi menyebar uang ke banyak startup, melainkan menumpuknya ke segelintir pemain yang dianggap sudah terbukti.

Empat Transaksi Menyedot 86 Persen Dana

Empat putaran jumbo bernilai minimal US$100 juta mengumpulkan total US$2 miliar — setara 86 persen dari seluruh pendanaan fintech Asia Tenggara. Penerima terbesar adalah Ant International dengan US$1,2 miliar pada putaran Seri A Juli lalu, didukung Alibaba dan Ant Group; nilai itu sendiri setara 52 persen dari total kawasan.

Transaksi besar lain mencakup pendanaan Seri D US$400 juta untuk Crypto.com yang berbasis di Singapura. Dari Indonesia, Ajaib — perusahaan fintech berbasis di Jakarta Barat — memperoleh US$270 juta dalam putaran Seri C dengan dukungan SBI Group, menjadikannya salah satu penerima terbesar di kawasan tahun ini.

Singapura Masih Magnet Utama

Secara geografis, Singapura tetap menjadi tujuan utama dengan torehan US$1,9 miliar atau sekitar 83 persen dari total pendanaan kawasan. Jakarta Barat menyusul lewat Ajaib dengan US$270 juta, lalu Taguig di Filipina sebesar US$60 juta.

Bagi ekosistem startup Indonesia, datanya memberi dua pesan sekaligus. Pertama, pintu pendanaan besar belum tertutup — Ajaib membuktikan investor global masih berani menulis cek raksasa untuk pemain Indonesia. Kedua, seleksinya makin ketat: dengan hanya 42 deal dalam sembilan bulan di seluruh ASEAN, startup tahap awal harus menunjukkan model bisnis dan tata kelola yang jauh lebih meyakinkan dibanding era 2021.

Sumber: Laporan Tracxn tentang pendanaan fintech Asia Tenggara, dirilis 15 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan DuniaFintech — baca laporan sumber.

Baca Juga

FintechStartupPendanaanAjaibASEAN